Rabu, 28 Januari 2026

Paralayang Batu, Pengalaman Perspektif Baru Saat Terbang Seru


Deru angin lembut menyapu wajah dan kaki melayang di udara. Dalam sejenak, kamu akan terbang di atas hamparan lanskap Kota Batu. Sensasi itu menanti kamu saat naik paralayang Batu, Malang, Jawa Timur.

Ini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan sebuah puisi visual yang memadukan keindahan alam, adrenalin, dan kebebasan tak terbatas. Dari ketinggian, mata kamu akan terbuka dan melihat perspektif baru tentang hidup.

Batu, Kota di Antara Awan dan Impian
Kota Batu yang dijuluki "Kota Apel" telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Jawa Timur. Perkebunan subur, udara sejuk pegunungan, serta ragam atraksi modern adalah magnet wisatawan di wilayah ini.

Kota Batu yang Dikepung Pegunungan
Terletak di dataran tinggi, Kota Batu dikelilingi gugusan pegunungan megah, seperti Gunung Panderman dan Arjuno-Welirang. Lanskapnya berbukit-bukit dan lembah hijau menyuguhkan pemandangan menawan di setiap sudut.

Selain pesona alamnya, Batu juga kaya akan budaya dan keramahan penduduknya, menciptakan atmosfer yang nyaman menjadi ”penghangat” bagi setiap pengunjung di wilayah yang terkenal berhawa sejuk ini.

Mengapa Batu jadi Lokasi Favorit Paralayang?
Kondisi geografis dan iklim Kota Batu ideal untuk aktivitas paralayang. Anginnya stabil dan topografi berbukit mendukung untuk kamu yang siap lepas landas.

Perbedaan ketinggian yang signifikan menawarkan jalur terbang yang panjang dan panorama spektakuler. Titik lepas landasnya berada di Gunung Banyak yang telah disiapkan secara khusus untuk olahraga ini.

Kamu bisa merasakan hembusan angin pegunungan yang sempurna untuk menopang parasut ketika kamu terbang dari paralayang Batu. Kamu akan melayang anggun di atas lembah dan kota.

Pengalaman Terbang: Saat Bumi Menjauh, Langit Membuka Cerita Baru
Saat parasut mengembang dan meninggalkan langkah terakhir di tepi tebing, sebuah dimensi baru terbuka. Penerbangan dari paralayang Batu adalah momen untuk merasakan kebebasan tanpa batas.

Kamu akan merasakan hembusan angin yang membelai, sensasi melayang yang ringan, dan keheningan yang sesekali dipecahkan oleh suara angin. Pengalaman ini akan menguji adrenalin sekaligus menenangkan jiwa.

Ini adalah kesempatan melihat dunia dari sudut pandang berbeda sambil melepas segala beban pikiran dan membiarkan dirimu larut dalam keindahan panorama yang disajikan alam.

Tips untuk Terbang yang Lebih Menyenangkan
Agar petualangan paralayang Batu semakin seru dan aman, perhatikan beberapa persiapan sederhana.

https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/adventure/paralayang-batu/

Lettu Moch Aly, Salah Satu Atlet Paralayang Terbaik Indonesia


TNI Angkatan Darat
search
Menu
Kodam V/Brawijaya
Lettu Moch Aly, Salah Satu Atlet Paralayang Terbaik Indonesia.
Dibaca: 69 Oleh Nandang Hermawan19 Mei 2018

#TNIAD #TNIADMengabdiDanMembangunBersamaRakyat
FacebookTwitterWhatsAppTelegramSambung
TNI AD – Surabaya. Siapa yang tak kenal dengan nama Lettu Inf Moch Aly ?. Hampir seluruh dunia, terlebih para atlet Paralayang, hingga Paramotor, nampak tak asing dengan nama itu.

Pria kelahiran Malang, 20 Pebruari 1978 itu mengungkapkan, pada tahun 2010 lalu, dirinya berhasil menduduki peringkat pertama dalam kejuaraan Paralayang yang berlangsung di Australia. “Di kategori lintas alam, saya berhasil meraih peringkat pertama waktu itu,” ujar Lettu Inf Moch Aly, Jumat (18/5/2018).

IMG-20180519-WA0006

Paralayang merupakan olahraga terbang bebas dengan menggunakan sayap kain (parasut) yang lepas landas dengan kaki untuk tujuan rekreasi atau kompetisi. Olahraga paralayang lepas landas dari sebuah lereng bukit atau gunung dengan memanfaatkan angin.

Dengan memanfaatkan kedua sumber itu, maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Berkat ketekunan dan kerja keras menekuni olehraga ini, Aly pernah menjuarai berbagai event Paralayang di beberapa negara, termasuk diantaranya kejuaraan Paralayang di Malaysia, Serbia, Austria dan beberapa negara lainnya.

“Mulai tahun 2004, saya ikut berbagai event Paralayang, baik kelas nasional maupun Internasional,” ungkapnya.

Saat ini, Lettu Moch Aly adalah salah satu atlet Paralayang terbaik yang dimiliki Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu, tepatnya pertengahan bulan April lalu, personel Babinminvetcaddam V/Brawijaya itu juga ditunjuk mengikuti kejuaraan Paramotor yang berlangsung di Kota Wang Muang, Provinsi Saraburi, Thailand.

“Event di Thailand digelar oleh Federation Aeronatique Internatiole (FAI) dan berlangsung sudah ke 10 kalinya. Semua negara hadir, totalnya 18 negara. Termasuk salah satunya Indonesia,” ungkap pria berumur 40 tahun ini.

Tak hanya dirinya saja, beberapa atlet lain juga ikut menjadi perwakilan dari negara Indonesia. Selain dari Jawa Timur, juga terdapat atlet Paramotor asal Lampung dan DKI Jakarta yang dikirimkan ke negara Gajah Putih itu. “Dua diantaranya dari Jakarta, sebagian dari Lampung dan Jawa Timur,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, kejuaraan Paramotor yang digelar di Thailand beberapa waktu lalu itu, merupakan kejuaraan dunia Paramotor pertama yang diikuti oleh timnas Paramotor Indonesia.

“Kemarin, kita sudah berusaha dengan semaksimal mungkin. Apalagi, perlombaan seperti ini (Paramotor, red) baru kita ikuti,” ungkapnya. Untuk event selanjutnya, kata Aly, akan ada target kemenangan.

Rencananya, pada tahun mendatang, event serupa juga akan digelar di India dan Arab Saudi. Untuk di India, rencananya akan berlangsung 2019 dan di Arab Saudi pada 2020.

https://tniad.mil.id/lettu-moch-aly-salah-satu-atlet-paralayang-terbaik-indonesia/

13 Spot Paralayang di Indonesia dengan View Ciamik


App logo
More Promos via 
The Bobobox App
Open App

SearchSearch
Search...
English Articles
Our Magazine
13 Spot Paralayang di Indonesia dengan View Ciamik
Bob's Travel Recommendations, EXPLORE AND TRAVEL
Desember 10, 2025
Kamu ngaku suka tantangan? Nggak ada salahnya mencoba paralayang saat liburan! Di Indonesia, ada banyak bukit serta gunung paralayang yang akan menguji keberanianmu beradu dengan angin dan ketinggian.

Apalagi, berbagai spot paralayang di Indonesia juga akan menyuguhkanmu pemandangan alam yang indah selagi kamu terbang di langit. Wah, pasti bakal jadi momen nggak terlupakan!

Daripada penasaran, kamu bisa simak apa saja destinasi yang recommended banget untuk olahraga paralayang di sini!

Table of Contents
Rekomendasi Bukit dan Gunung Paralayang di Indonesia
1. Gunung Banyak, Batu
2. Bukit Timbis, Bali
3. Matantimali, Palu
4. Bukit Paralayang, Parangtritis
5. Gunung Mas, Bogor
6. Puncak Lawang, Agam
7. Gunung Ungaran, Semarang
8. Bukit Beta, Samosir
9. Gunung Panten, Majalengka
10. Bukit Joglo, Wonogiri
11. Desa Wayu, Sulawesi Tengah
12. Sembalun Lawang, Lombok
13. Bukit Gantole, Puncak
Sempurnakan Wisata Alam Seru dengan Bobocabin!
Rekomendasi Bukit dan Gunung Paralayang di Indonesia
1. Gunung Banyak, Batu
Gunung Banyak
Photo: ZidaneHartono via Wikimedia Commons

Spot paralayang terbaik di Indonesia pertama adalah Gunung Banyak di Kota Batu (13 menit dari Bobocabin Coban Rondo). Spot paralayang Songgoriti Gunung Banyak ini sudah terkenal sebagai lokasi favorit bagi orang-orang yang senang dengan olahraga paralayang.

Tak hanya wisatawan, Gunung Banyak ini kerap dipilih sebagai lokasi lomba paralayang tingkat nasional dan internasional. Untuk itu, kamu tak perlu ragu untuk memilih spot paralayang satu ini.

Berada di atas ketinggian 1.315 mdpl, kamu bisa melihat keindahan pegunungan dan kota yang begitu menakjubkan. Siapkan biaya sebesar kurang lebih Rp700.000,- untuk merasakan keseruan paralayang di sini. Tenang, harganya sudah termasuk pemandu, jadi kamu sebagai pemula tetap bisa ikutan setiap hari antara pukul 08.00-17.00 WIB!

2. Bukit Timbis, Bali
Spot paralayang terbaik di Indonesia datang dari Pulau Dewata, Bali. Di samping keindahan alam khususnya pantai, liburan ke Bali dengan mencoba olahraga paralayang adalah hal menarik untuk dilakukan.

Tempat yang paling cocok untuk paralayang di Bali adalah Bukit Timbis. Panorama dari keindahan pantai-pantai yang ada di sekitar lokasi memberikan sensasi menyenangkan yang sulit rasanya untuk kamu lupakan. Apalagi, saat pagi hari karena akses paralayangnya buka tiap hari pukul 09.00-17.00 WIB selama cuacanya cerah.

Namun, untuk merasakan sensasi tersebut, harga sekali terbang untuk paralayangnya terbilang tak murah. Kamu harus merogoh kocek sebesar Rp1,5 juta yang memungkinkan berubah harganya sewaktu-waktu. Sama seperti Gunung Banyak, harganya sudah termasuk pemandu untuk terbang tandem bersama pemula.

3. Matantimali, Palu
Beralih ke Pulau Sulawesi, kamu bisa merasakan pengalaman paralayang terbaik di Matantimali. Matantimali yang berada di Desa Wayu, Palu, Sulawesi Tengah bisa disebut sebagai salah satu spot paralayang terbaik di Indonesia, buka setiap hari pukul 09.00-21.00 WITA.

Berada di ketinggian 2.200 mdpl, Matantimali ini kerap menjadi lokasi penyelenggaraan lomba paralayang berskala nasional dan juga internasional seperti salah satunya adalah perhelatan Indonesia Open 2016.

Walaupun begitu, bagi kamu yang pernah melakukan paralayang, Matantimali membuka kesempatan untuk para pemula karena ada instruktur berpengalaman. Tarif yang dipatok sendiri bervariasi antara Rp450.000-Rp500.000 karena bergantung dengan durasi terbang yang kamu pilih.

4. Bukit Paralayang, Parangtritis
pantai parangtritis jogja
Photo: Rahadiansyah via Unsplash

Parangtritis merupakan satu kabupaten yang memiliki pantai dengan eksotisme memukau yang wajib jadi destinasi wisata liburan Yogyakarta. Selain itu, kabupaten ini pun memiliki spot paralayang terbaik di Indonesia, lho.

Lokasi tersebut adalah Bukit Paralayang. Memiliki landasan paralayang dengan ketinggian 200 meter, kamu bakal dibawa terbang yang di mana mampu melihat keindahan pesisir pantai-pantai yang ada di sekitar. Tenang, pemula juga bisa ikutan karena ada instruktur pendamping.

Untuk menikmati kegiatan paralayang, kamu perlu membayar di kisaran Rp500 ribuan. Dengan harga yang dibayarkan tersebut, durasi selama melakukan kegiatan paralayang sendiri adalah berkisar di 10-15 menit. Kegiatan ini tersedia setiap hari pada pukul 07.00-20.00 WIB.

5. Gunung Mas, Bogor
Bobocabin Gunung Mas view
Photo: Bobobox Internal Asset

Bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin mencoba paralayang, kamu tak perlu jauh-jauh ke beberapa spot di atas. Pasalnya, Bogor pun memiliki salah satu spot paralayang terbaik di Indonesia yakni Gunung Mas. Jaraknya hanya 6 menit dari Bobocabin Gunung Mas, lho!

Spot tersebut sendiri pernah digunakan sebagai tempat perlombaan paralayang Asian Games 2018. Oleh karena itu, puncak Gunung Mas yang memiliki ketinggian 250 mpdl tersebut layak untuk dipilih. Tempatnya buka setiap hari pukul 08.30-17.00 WIB.

Kondisi alam yang sejuk dengan angin sepoi-sepoi bakal membiusmu selama melakukan paralayang. Bagi para pemula, ada paket yang ditawarkan dengan harga Rp450.000-Rp550.000, sudah termasuk instruktur profesional yang akan menemanimu.

Baca juga: Paralayang Puncak: Menguji Adrenalin di Puncak yang Menakjubkan

6. Puncak Lawang, Agam
Sumatra Barat pun ‘mengirimkan’ wakilnya dalam daftar spot paralayang terbaik di Indonesia. Memiliki ketinggian 700 mdpl, spot paralayang ini disebut-sebut termasuk dalam kelas terbaik se-Asia Tenggara, lho!

Spot tersebut adalah Puncak Lawang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Saat terbang dari ketinggian 700 meter, kamu bakal disuguhi dengan pemandangan Danai Maninjau yang begitu memanjakan mata, dan ada akan pemandu yang terbang tandem denganmu.

Untuk mencoba paralayang di Puncak Lawang, ada baiknya siapkan bujet setidaknya Rp600 ribu. Harga tersebut sendiri masih ditawar. Jadi, kamu bisa saja mendapatkan harga yang cukup terjangkau.

Baca Juga: 7 Flying Fox Paling Ekstrem Di Dunia! Ada Yang Di Indonesia, Lho. Berani Mencoba?

End of Year - Room Packages Promo

7. Gunung Ungaran, Semarang
Gunung Ungaran merupakan gunung yang kerap jadi destinasi para pendaki gunung di Semarang. Nah, selain itu, Gunung Ungaran juga menawarkan salah satu spot paralayang terbaik di Indonesia.

Spot paralayang Semarang tersebut sendiri berada tak jauh dari Umbul Sidomukti, atau lebih tepatnya di pos Pendakian Mawar. Kamu bisa mengendarai sepeda motor atau berjalan kaki dari Umbul Sidomukti untuk sampai di spotnya.

Satu hal yang mesti kamu perhatikan adalah aktivitas paralayang yang hanya bisa dinikmati di akhir pekan saja. Di samping itu, siapkan juga uang tunai kurang lebih Rp350 ribuan untuk sekali paralayang.

8. Bukit Beta, Samosir
bukit sibea bea, danau toba, pulau samosir
Photo: Almon Simanjuntak via Unsplash

Siapa yang tak kenal dengan Danau Toba? Tempat wisata Sumatra Utara paling tersohor tersebut menyuguhkan pemandangan yang bakal membekas dalam ingatan para pengunjung dalam waktu yang lama.

Nah, untuk menikmati keindahan danau tersebut lebih jauh, kamu bisa mencoba paralayang di Bukit Beta. Spot paralayang terbaik di Indonesia tersebut bakal membuatmu terkagum-kagum dibuatnya. Harganya? Sekitar Rp550.000-Rp1 juta, dan semuanya sudah termasuk pemandu untuk pemula.

Pasalnya, selama terbang, pemandangan Danau Toba yang begitu istimewa merupakan keistimewaan dari tempat satu ini. Untuk sampai, kamu hanya perlu 20 menit jika titik keberangkatannya dari Pulau Samosir atau 1 jam 11 menit dari Bobocabin Kaldera Toba yang menyediakan tur dengan kapal feri.

Tertarik mencoba paralayang di Bukit Beta? Coba jadwalkan kegiatanmu saat pagi hari supaya kamu nggak kepanasan dan bisa mendapatkan view Danau Toba yang jelas banget!

9. Gunung Panten, Majalengka
Spot paralayang terbaik di Indonesia lainnya adalah Gunung Panten di Desa Sidamukti, Kabupaten Majalengka. Spot paralayang ini pertama kali dibuka sebagai tempat wisata umum pada tahun 2010 yang lalu.

Sebelum dibuka untuk umum, Bukit Paralayang Majalengka di Gunung Panten kerap digunakan sebagai tempat latihan saja. Setelah dibuka untuk umum, banyak orang yang tertarik untuk mencoba paralayang di spot dengan pemandangan alam yang asri.

Untuk bisa merasakan sensasi paralayang di Gunung Panten, kamu perlu menyediakan bujet di kisaran Rp450 hingga 600 ribu. Harga tersebut terbilang worth it dengan apa yang akan kamu dapatkan nantinya, termasuk pemandu untuk pemula.

Baca juga: Perbedaan Terjun Payung dan Paralayang, Mana yang Harus Kamu Coba?

10. Bukit Joglo, Wonogiri
Spot paralayang terbaik di Indonesia selanjutnya adalah Bukti Joglo. Spot yang berada di Wonogiri bakal memberikanmu alternatif lainnya jika kamu sedang berada di sekitaran Yogyakarta dan Solo.

Pada mulanya, Bukti Joglo ini hanya bukit biasa yang dipenuhi semak belukar. Namun, setelah disulap, bukit tersebut mampu menjadi destinasi wisata Wonogiri menarik dengan adanya wahana paralayang.

Kondisi cuaca dan juga letak geografis Bukti Joglo ini pun semakin menambah ketertarikan banyak orang untuk mencoba paralayang di sini. Bisa jadi kamu adalah salah satu orang yang tertarik mencobanya. Siapkan budget Rp450.000-Rp550.000, ya! Terus, jadwalkan kedatanganmu antara pukul 08.00-17.00 WIB, tapi makin pagi makin bagus biar lebih adem.

11. Desa Wayu, Sulawesi Tengah
Paralayang Wayu terletak di Bukit Lolaro, Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. Meskipun berjarak sekitar lima jam perjalanan dari Kota Palu, paralayang di Desa Wayu sungguh unik. 

Dari atas, kamu akan disuguhi pemanduan sempurna antara teluk Tinombo yang biru jernih dengan bukit-bukit tropis yang curam. Spot ini bukan sembarang lokasi wisata; Bukit Lolaro sering menjadi lokasi Kejuaraan Internasional Ketepatan Mendarat Paralayang, dengan total hadiah yang fantastis, bahkan mencapai ratusan juta rupiah.

Karena status lokasinya, harga paralayang tandem di sini cenderung lebih tinggi dibandingkan lokasi rekreasi massal. Biaya untuk wisatawan lokal berkisar mulai dari Rp1.350.000. Waktu terbaik untuk terbang di sini adalah saat musim kering karena anginnya lebih stabil.

12. Sembalun Lawang, Lombok
Sembalun's Signature Local Taste
Photo: Bobobox Internal Asset

Jika kamu mengincar pemandangan pegunungan yang megah saat paralayang, pilihlah Sembalun Lawang di Lombok. Jaraknya pun dekat banget sama Bobocabin Gunung Rinjani karena hanya terpaut 6 menit perjalanan.

Di spot paralayang Indonesia satu ini, kamu akan terbang dari Bukit Siswa alias Lawang Hill. Lokasi ini berada sekitar 1.250 meter di atas permukaan laut, sehingga kamu bakal disuguhkan view hamparan sawah hijau, ladang sayur berwarna-warni, dengan latar belakang Gunung Rinjani yang menjulang tinggi.

Penerbangan tandem di Sembalun sangat direkomendasikan untuk pemula. Kamu akan ditemani oleh pilot profesional yang berlisensi dan menjamin keselamatan. Harga tandem per orang di Sembalun adalah Rp1.180.000. Harga ini sudah termasuk pilot profesional, perlengkapan terbang, dan dokumentasi foto/video menggunakan kamera Go Pro.

Penasaran sama rasanya? Cobalah datang di pagi hari karena angin pegunungan lebih stabil pada saat tersebut.

13. Bukit Gantole, Puncak
puncak bogor
Photo: Alvian Hasby via Unsplash

Bagi kamu yang tinggal di sekitar Jakarta, Bukit Gantole di Jalan Raya Puncak, Cisarua, Bogor adalah jawaban untuk kebutuhan adrenalinmu. Ini merupakan spot gunung paralayang lainnya yang paling mudah diakses dari Bobocabin Gunung Mas (18 menit perjalanan saja) dan ideal untuk pengalaman terbang pertamamu.

Di sini, kamu akan terbang ditemani hamparan karpet hijau perkebunan teh yang rindang. Apalagi, kalau kamu paralayang di pagi hari saat cuacanya masih sejuk.

Harga paralayang Puncak untuk tandem di Bukit Gantole cukup terjangkau karena hanya sekitar Rp795.000 per orang. Yang menarik, harga ini sering ditawarkan dalam paket all-inclusive yang mencakup pemandu, makan siang, dan

Teknik Dasar Latihan Paralayang dan Syarat Melakukan Paralayang


Namun, ini adalah olahraga penerbangan, jadi perlu mengambil pelajaran dari instruktur yang bersertifikasi. Setelah Anda lulus dengan sertifikasi dari asosiasi nasional negara Anda, Anda akan keluar dari status siswa dan dapat terbang sendiri!

Penilaian Anda adalah "izin untuk belajar"!

Paralayang, seperti penerbangan pada umumnya, adalah olahraga berisiko kompleks yang membutuhkan dedikasi dan komitmen bertahun-tahun untuk mencapai kompetensi yang dibutuhkan agar dapat terbang dengan aman.

Konten gambar
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
KE MANA SAYA BISA TERBANG?
Anda bisa menerbangkan paralayang hampir di mana saja! Dari dataran rendah dan garis pantai hingga pegunungan tertinggi di bumi, paralayang dapat dilakukan di mana-mana, termasuk di dekat Anda. Anda tidak membutuhkan gunung atau bahkan bukit – Anda bisa melakukan lepas landas dengan ditarik, atau menerbangkan paralayang bertenaga (paramotor) juga!

APAKAH SAYA HARUS SANGAT BUGAR?
Menerbangkan paralayang tidak memerlukan kekuatan fisik yang berarti. Banyak pilot terbang hingga usia tujuh puluhan dan terus menikmati olahraga ini dengan aman. Proses pembelajaran akan melibatkan sedikit pendakian dan lari ringan, tetapi tidak ada yang terlalu sulit bagi kebanyakan orang. Peralatannya berupa paket ringkas yang dibawa dalam ransel setelah dilipat.

SEBERAPA JAUH, SEBERAPA CEPAT?
Ada banyak contoh luar biasa penerbangan paralayang jarak jauh di seluruh dunia. Hampir semua rekor jarak dunia terbaru melebihi 500 km (300+ mil) dan, kebetulan, dicapai dengan sayap Ozone! Sebagian besar sayap paralayang melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam, atau 25 mph. Beberapa sayap bahkan dapat dipercepat hingga hampir dua kali lipat kecepatan tersebut.

https://flyozone.com/paragliders/learning-to-fly

Paralayang Batu, Manjakan Mata Dengan Keindahan Yang Menawan


Salah satu tempat wisata yang ramai dikunjungi di kota Batu adalah Paralayang Gunung Banyak. Paralayang sendiri adalah wisata yang menyajikan keindahan alam dan merupakan wisata milih perhutani yang dibuka secara umum, selain untuk objek wisata paralayang gunung banyak juga dijadikan sebagai tempat olahraga paralayang atau paragliding.

     Secara umum kata paralayang memang sangat identik dengan kegiatan olahraga terbang bebas dengan bantuan semacam parasut dan beberapa perlengkapan keamanan lainya. Namun dalam artikel ini kita tidak akan menjelaskan secara rinci kegiatan olahraga paralayang, karena telah dijelaskan sebelumnya bahwa selain sebagai arena olahraga juga dijadikan sebagai objek wisata. Wisata ini terletak tidak jauh dari dari pusat kota Batu dan berada di ketinggian diatas 1.300 MDPL.

     Saat memasuki kawasan pariwisata akan dikenakan biaya retribusi parkir dan wisata di loket masuk sesuai dengan kendaraan yang dibawa, tiket sendiri kisaran 10.000/orang untuk weekday, dan 15.000/orang untuk weekend. di dalam wisata paralayang sendiri selain menyajikan pemandangan keindahan kota batu dari atas gunung dengan udara yang sangat sejuk khas pegunungan, juga menyajikan banyak spot kunjungan yang sangat sayang jika dilewatkan, di antaranya adalah omah kayu dan taman langit.



Sumber Gambar: http://travelspromo.com

     Spot taman langit memiliki banyak keindahan jenis bunga yang disusun sedemikian rupa sehingga sangat cocok untuk dijadikan objek berfoto, selain itu juga terdapat replika seperti kasur yang terbuat dadri rerumputan dan juga beberapa patung statue yang bisa digunakan untuk spot berfoto. Sedangkan di spot omah kayu terdapat beberapa rumah kayu dari ketinggian yang menghadap kearah kota batu, biasanya banyak orang bersuka ria dan bersantai untuk duduk dan bercerita di rumah kayu tersebut sambil melihat keindahan kota batu dari atas yang Nampak sangat menawan.

     Untuk jam operasional di paralayang pada hari senin-kamis dibuka dari jam 07.00-17.00 WIB, sedangkan untuk weekend sabtu dan minggu akan dibuka selama 24 jam. Tempat ini paling ramai dikunjungi oleh para muda-mudi pada malam hari untuk melihat gemerlap lampu dari atas pada malam hari. Sedangkan untuk omah kayu dan taman langit hanya dibuka sampai jam 17.00 WIB saja. (Pen:Silvi/Ed: Sholah)

https://kpi.alqolam.ac.id/paralayang-batu-manjakan-mata-dengan-keindahan-yang-menawan/

TROI 1 - BUKIT TINOMBO LOLARO, PARIMO, SULAWESI TENGAH


TROI 1 di Bukit Lolaro akan berlangsung pada tanggal 18 -20 Maret 2022. Fasi Kabupaten Parigimoutong menjadi pelaksana kegiatan ini dan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Parigi Moutong, Kemenpora, TNI AU dan FASI. Kegiatan akan berlangsung di wilayah Kecamatan Tinombo yang berjarak sekitar 5 jam berkendara dari Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah, Palu. Wilayah Tinombo ini dipilih sebagai ajang awal kejuaraan mengingat wilayah ini mempunyai potensi yang luar biasa. Disamping dipenuhi perbukitan yang indah yang sangat potensial untuk kegiatan paralayang, wilayah ini juga mempunyai potensi untuk kegiatan menyelam. Kombinasi dua olahraga atau wisata di satu titik inilah yang menjadi kelebihan Pantai Lolaro, Kecamatan Tinombo. 

Bukit Lolaro yang berketinggian 300 m dari permukaan laut akan dipakai sebagai titik lepas landasnya, sedang titik pendaratannya di lapangan di sisi hutan bakau di Pantai Lolaro. Jalan aspal yang mulus antara titik pendaratan dan titik lepas landas sepanjang 2.5 km, menjadikan lalulintas peserta pada saat lomba akan berlangsung singkat, karena perjalanannya hanya sekitar 5 menit. Di titik lepas landas, peserta juga akan mudah untuk mempersiapkan parasutnya, karena lokasi menggelar parasut sangat luas, tak kurang dari 10 parasut dapat digelar berjajar secara bersamaan. Sementara itu, lokasi pendaratan cukup luas memanjang 150 meter ke arah utara selatan.

Arah angin terbaik untuk terbang di lokasi ini adalah arah angin dari timur, namun jika arah angin dari timur utara atau timur selatan, lokasi ini juga masih cukup bagus untuk terbang. Dalam kondisi tertentu, terbang di lokasi ini juga sangat menantang karena penerbang bisa membumbung tinggi dan menjelajah hingga di atas Kota Tinombo. Di arah utara dari Bukit Lolaro terdapat Bukit Bendera yang juga mempunyai potensi dipergunakan sebagai lokasi lepas landang paralayang. Masih sangat terbuka untuk menggali potensi terbang paralayang di wilayah ini.

Kita semua berharap bahwa kegiatan TROI 1 di Bukit Lolaro dapat berlangsung baik dan didukung oleh cuaca yang ideal. Semoga semua pihak dapat mendukung kelancaran kegiatan ini sehingga TROI 1 sukses

⇐ TROI PARAGLIDING INDONESIAN AIRFORCE 2022 DI BUKIT LOLARO TINOMBO SUKSES

TROI Paralayang Seri 3: Menikmati Keindahan Panorama di Titik Tertinggi Gunung Kidul



Gunung Kidul-Sawah berundak, bayangan gumpalan-gumpalan awan kecil menimpa rerimbunan pepohonan dan hamparan langit biru meluas membuat siapun akan merasa damai, berdecak kagum dengan keindahan spot paralayang di Embung Sriten, Desa Pilangrejo, Kec Nglipar, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Di tempat yang memesona tersebut sekitar 25 atlet paralayang menunjukkan aksinya pada gelaran Trip of Indonesia (TROI) Paralayang Seri 3 yang berlangsung selama 3 hari dari 25 sd 27 Agustus 2023.

Event paralayang tahunan ini menjadi bagian dari gelaran "Sriten Festival", yang mengusung tema "Destination, Sport and Culture". Acara ini merupakan hasil kolaborasi Kemenpora, Dinas Pariwisata Prov DIY, FASI Paralayang DIY, Yayasan TROI serta kecamatan dan kelurahan setempat.

Sobatpora, berbagai kegiatan menarik dihadirkan dalam gelaran Sriten Festival antara lain lomba mewarnai dan menggambar, dan berbagai gelaran seni ( Resan blues, Saraswati/Tari Kreasi,Sekar Dance, Kiran Dance dan Deradu).

Embung merupakan cekungan yang memiliki fungsi untuk menampung serta mengatur suplai aliran air hujan agar dapat meningkatkan kualitas air baik dari danau maupun sungai. Keberadaan embung juga untuk mencegah banjir, pengairan, menjaga kualitas tanah, mengairi lahan pada musim kemarau serta sebagai tempat wisata.

Embung Sriten (atau biasa disebut Embung Batara Sriten) sebagai puncak tertinggi di Gunung Kidul memiliki panorama yang memesona. Dengan di ketinggian 859 meter di atas permukaan laut, pengunjung bisa menikmati pemandangan Rawa Jombor di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, dan Waduk Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, secara bersamaan dari satu lokasi.

Sob, kamu hanya butuh 1,5 sd 2 jam lho dari kota Yogyakarta untuk mencapai lokasi ini.

Tak salah jika Embung Sriten menjadi salah satu spot terbaik untuk paralayang jenis cross country (lintas alam) di DIY sejak 2017. Titik tersebut memiliki countur daerah dan thermal yang sesuai, seperti yang disampaikan ketua panitia event paralayang Al Fahri yang juga ketua FASI Paralayang DIY. "Puncak di Embung Sriten ini sangat cocok untuk paralayang cross country (lintas alam) karena countur, thermic dan jarak take off landing mencapai empat kilo, cocok untuk pilot bisa terbang jauh" papar Fahri.

Fahri juga menjelaskan bahwa olahraga paralayang di embung ini tidak hanya bisa dilakukan oleh para atlet profesional, akan tetapi wisatawan juga bisa merasakan sensasi melakukan paralayang pada event-event festival tertentu. Dengan merogoh kocek mulai dari 700ribuan wisatawan bisa melakukan olahraga paralayang didampingi oleh instruktur ahli.

https://deputi2.kemenpora.go.id/detail/362/troi-paralayang-seri-3-menikmati-keindahan-panorama-di-titik-tertinggi-gunung-kidul